Kamis, 07 April 2011

Referensi Buku 'Alita@Heart'


Setelah lama berputar-putar di toko buku, akhirnya aku menemukan buku yang aku cari: Alita@Heart.
Buku Alita@Heart ini lanjutan dari buku pertamanya, Alita@First. Buku ini bercerita tentang Alita, yang berusaha melupakan seseorang yang disayanginya di masa lalu. Buku ini sangat bagus. Banyak sekali emosi yang dapat di rasakan ketika membaca buku ini. Menangis, tertawa, senyum senyum sendiri. Yang jelas, buku ini bikin penasaran!


Selain menghibur, buku ini juga mempunyai pesan moral tersendiri. Pesan moral yang sangat cocok untuk kehidupan para remaja. 

Berawal dari Alita, yang mencintai teman kakak laki-lakinya sendiri, bernama Erwin. Namun, sejak awal perkenalana mereka, kakak Alita, Yusa, telah mewanti-wanti Alita agar tidak jatuh hati kepada Erwin. Itu dikarenakan Erwin, yang didepan Alita mempunyai sikap yang baik, namun ternyata Erwin suka mempermainkan perempuan. Dan Alita pun menuruti apa kata kakaknya itu.

Alita berusaha, melupakan Erwin, dan mencari pengganti Erwin. Di buku kedua ini, perjuangan Alita tidak terlalu kelihatan, karena ia masih menyayangi Erwin. Hal yang saya suka, penulis buku ini, Dewi Sekar, dapat membuat cerita yang lain daripada yang lain. banyak sekali penulis yang mengusung tema novel seperti ini, namun Dewi Sekar merupakan penulis yang hebat.

Di buku yang bagus, ada juga kelemahannya. menurutku buku ini pada awal cerita alurnya lambat. dan membuatku tidak sabar untuk mengetahui akhirnya.

ini sinopsis yang ada di belakang buku Alita@Heart:

Apakah kesendirianku adalah aib, sementara kurasa justru Tuhan sendirilah yang memutuskan ini untukku?

Kuembuskan napas kuat-kuat sambil membujuk hatiku agar tidak keterusan menyalahkan Tuhan.

Tidak, Tuhan tak pernah bersalah untuk segala hal buruk yang terjadi dalam hidupku. Aku percaya Dia sungguh maha pengasih dan tahu persis apa yang terbaik bagi umatNya.

"Segala sesuatu yang terjadi di dunia ini---baik atau buruk---pasti ada hikmahnya," kata Mas Erwin beberapa kali. Dulu sekali.

Baiklah, cinta...

Aku akan berusaha bersabar menunggu hikmah....


Sejak kehilangan lelaki yang dicintainya, selama beberapa waktu Alita tak pernah tertarik menjalin hubungan dengan lelaki mana pun. Alita merasa sudah cukup hidup dengan kenangan. Tapi, orang-orang terdekat Alita berusaha keras membuat pintu hati Alita kembali terbuka.

Akankah waktu mampu mengobati kepedihan Alita?

Akankah Alita bisa menemukan lelaki yang sanggup membuat dia sepenuhnya merelakan kenangan cinta pertamanya yang manis tapi tragis?  

Tidak ada komentar: